Dalam pengasuhan, bahasa memainkan peran penting dalam membangun pemahaman dan kepercayaan. Pengasuh dari Indonesia Dursilawati telah menerapkan bahasa Mandarin yang dipelajari melalui program Program Bahasa Mandarin Peduli di 101Teaching dengan situasi pengasuhan di kehidupan nyata, meningkatkan kualitas komunikasi dan perawatan bagi penerima layanan lansia.
Di masa lalu, kemampuan bahasa yang terbatas membuat sebagian besar pengasuhannya bergantung pada gerak tubuh dan tanggapan singkat. Melalui pembelajarannya di 101Teaching, Dursilawati secara bertahap mulai menggunakan bahasa Mandarin untuk menjelaskan rutinitas sehari-hari, merespons kebutuhan, dan terlibat lebih aktif dengan mereka yang berada di bawah asuhannya.
“Sekarang saya dapat menjelaskan apa yang akan saya lakukan dalam bahasa Mandarin dan memahami tanggapan dari para lansia. Hal ini telah membantu kami merasa lebih dekat dan lebih terhubung,” ujar Dursilawati.
Baginya, bahasa Mandarin bukan hanya sekedar alat komunikasi, tetapi juga jembatan untuk membangun kepercayaan. Ketika penerima perawatan merasa dimengerti, hubungan perawatan menjadi lebih stabil dan meyakinkan.
Kisah Dursilawati mencerminkan misi utama 101Teaching-untuk memberdayakan para pengasuh dengan keterampilan bahasa Mandarin praktis yang memperkuat kualitas perawatan dan hubungan antar manusia.


